Di masa lalu di Barat, onani dianggap akan mengakibatkan orang menjadi impoten dan bahkan gila. Tetapi itu bagian dari ajaran agama yg sekarang umumnya sudah ditinggalkan. Agama Katolik di Barat bilang bahwa onani adalah dosa, dan kalo terpaksa onani maka harus ngaku dosa kepada pastor. Kalo dosanya numpuk dan tidak ngaku-ngaku sama pastor akhirnya orangnya akan disiksa setelah mati.
Gereja Katolik bikin kapling khusus di alam barzakh, namanya Api Pencucian. So, ke tempat inilah orang-orang beriman yg suka main titit akan dikirimkan setelah mati. Di sini si pria yg suka meremas-remas his own burung akan diberikan khotbah subuh setiap harinya oleh para orang suci yg berkenan datang bergiliran ke Api Pencucian. Santa dan Santo itu orang suci, mereka tempatnya di Sorga tetapi suka baik hati datang ke Api Pencucian untuk menyadarkan jiwa-jiwa yg waktu hidupnya suka masturbasi sendiri ataupun berdua.
Masturbasi yg dilakukan sendiri aja udah dibilang dosa. Kalo dilakukan berdua maka dosanya dobel, pedahal yg berdua itu justru lebih enak rasanya, apalagi sama temen yg ok, baik sejenis maupun berlawanan jenis.
Gereja Protestan juga sama, bilang bahwa coli atawa masturbasi adalah dosa. Pokoknya segala sesuatu yg dilakukan untuk menikmati diri sendiri adalah dosa, begitu katanya. Pemikiran seperti itu namanya puritanisme. Jadi, kita manusia di dunia harus bergiat dalam ibadah dan kerja. Harus beribadah sepenuh hati dan bekerja sepenuh tenaga. Setelah itu harus berbuat baik semampu-mampunya kepada sesama.
Puritanisme di kalangan Protestan melahirkan kapitalisme. Ada thesis dari Max Weber yg bilang bahwa kapitalisme pertama kali lahir dan berkembang di negara-negara yg mayoritasnya Protestan karena gereja mengajarkan cara hidup puritan. Puritan artinya pure, murni. Murni tidak tercemar keduniawian. Yg termasuk keduniawian adalah segala hal-hal biasa yg bisa kita nikmati dengan panca indra seperti musik, pertunjukan wayang, BF, pesta pora, dan juga... sex.
Kenapa puritanisme akhirnya melahirkan kapitalisme ? Karena segala kegiatan masyarakat akhirnya dikonsentrasikan untuk kerja dan ibadah semata. Memang kerja dengan jujur dan giat karena gereja menjanjikan Surga. Mereka yg taat beribadah dan jujur dalam bekerja akan masuk Surga. Dan mereka yg senang menikmati keduniawian akan masuk Neraka. Tetapi kita tidak bisa tahu dengan pasti siapa yg akan masuk Surga dan siapa yg akan masuk Neraka, makanya selama di dunia yg bisa dilakukan cuma usaha... And that's it: usaha.
Usaha adalah kegiatan bekerja siang dan malam tanpa memperdulikan apakah uang yg dikumpulkan sudah cukup banyak atau masih kurang. Usaha adalah hidup hemat dan menjauhi sensasi indrawi, apalagi yg namanya coli atawa masturbasi. Usaha adalah hidup jujur dan tidak mengeluh. Usaha adalah mengikuti ajaran gereja dan tidak mempertanyakannya. Dan ini semua akhirnya melahirkan kapitalisme di negara-negara Barat yg menganut Prostestantisme, yaitu di Jerman, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.
Pada pihak lain, negara-negara Barat yg mayoritasnya Katolik seperti Spanyol dan Portugal sangat lambat majunya. Kapitalisme di Spanyol dan Portugal sangat tersendat-sendat sebab gereja Katolik begitu kuatnya mengontrol kehidupan masyarakat dengan alasan tradisi. Segala sendi kemasyarakatan diatur oleh para pastor yg mengajarkan bahwa Allah harus selalu dibawa-bawa. Kalau menikah maka tidak bisa cerai seumur hidup karena Allah benci perceraian. Kalau belum menikah dan pengen main titit sendiri namanya dosa karena Allah benci masturbasi.
Tetapi akhirnya muncullah seorang nabi besar yg terakhir dan sempurna pada akhir abad ke 19 Masehi, namanya Sigmund Freud. Seperti semua nabi-nabi asli lainnya, Freud juga orang Yahudi, dan beliau bilang bahwa segala gejala sakit jiwa atau neurosis yg dialami oleh pasiennya ternyata diakibatkan oleh kompleks kejiwaan yg berasal dari masa kanak-kanak ketika diajarkan bahwa segala sesuatu yg berhubungan dengan sex adalah tabu. Tabu is haram jadah. Dan penyembuhannya of course dengan memberikan pengertian kepada si pasien bahwa segala macam dorongan seksual itu sah saja, normal saja, dan tidak perlu ditekan dengan alasan akan masuk Neraka. Ketika pasien bisa mengerti hal ini dan menerimanya, maka pasien itu sembuh.
Sigmund Freud dengan Psikoanalisanya membawa revolusi seksual di seluruh dunia Barat. Ajaran gereja Katolik dan Protestan yg bertentangan dengan kemanusiaan itu ditelanjangi habis-habisan. Ternyata sex bukan dosa, dan ternyata coli atawa masturbasi itu tidak membawa penyakit melainkan bisa membantu orangnya untuk refreshing. Penelitian terakhir malah membuktikan bahwa the cock should be used all the time. Kalo gak dipake melalui intercourse atau masturbation maka akan shrinking. Shrinking artinya mengecil. Menciut. Dan kalo sudah menciut even Mak Erot tidak bisa memelarkannya lagi.
Menciutnya burung milik pria adalah hal yg tidak diinginkan. Karena itu plis enjoy your cock as much as you like. It's fun to have a coli, and it's healthy.
T = Kalo aku pribadi masa depan masa lalu ben ben kono, yg penting nikmatin aja yang ini, rokok ini syuuppp sedull... heheheh
J = Sure, so what ?
T = Diri bebas ini dalam kenyataan aku jadi orang cuek, aku bekerja sepenuh hati dan semampuku, saat kurasa sudah ndak mampu bekerja di situ dan ndak ada rasa nyaman di hati saya pindah cari kerja yg lainnya. Saya ndak peduli dengan perusahaan yg aku tinggalkan pokoknya saya udah pamitan. Terus begitu kie kayaknya aku mau pindah lagi minta doanya ya pak, moga diterima di tempat kerja baru heheheh... Kebablasan ato salah pahamkah aku dengan yang sampean paparkan ?
J = Tentu saja tidak. You are yourself already.
T = Aku adalah Tuhan, Tuhan ya aku, aku bisa menjadi semauku, buat apa aku ingin nomer satu di dunia seperti ketenaran para nabi di kalangan agami ato Yesus anak Tuhan di mata Kristeni ato Buda di Budiisme dan sejenisnyalah pokoknya. Lha wong aku ini yo kamu, lha kamu itu yo aku, ndak ada ada, ndak ada halah terserah... ahhh... rokoan syepp sedull hahahahah... itu kan sah-sah saja tho Mas Leo ?
J = Ya, sah saja. Memang seharusnya seperti itu, apa adanya saja.
T = Kebablasan ato salah pahamkah aku dengan yang sampean paparkan ?
J = Definitely not. Enjoy aja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar